Tepung Tawar "Peusijuk Khitan" di Aceh

Photobook
Kegiatan Tepung Tawar "Peusijuk Sunatan" Anak Laki-laki di Aceh, 2017©.
Photo and Design by, Bambang Junaidi



 
Tepung tawar adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan keberkatan terhadap sesuatu yang di tepung tawari (dalam istilah adat) melalui serangkaian upacara yang dilaksanakan oleh yang mempunyai hajat (keinginan/niat tertentu) yang mana pelaksanaannya dikerjakan oleh pemuka Adat di suatu daerah tertentu. Tepung tawar dalam bahasa nasional (Indonesia) dan di Aceh lebih dikenal dengan istilah “Peusijut”  yaitu sebuah prosesi Adat (ritual secara Nasional) yang sudah menjadi budaya di kebudayaan Aceh. Yang mana tradisi ini dimaksud untuk memohon keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan dalam kehidupan. Kebiasaan adat yang sudah membudaya ini sudah ada sejak zaman dahulu, dan hingga sekarang ini masih dilakukan. 

Photobook
Kegiatan Tepung Tawar "Peusijuk Sunatan" Anak Laki-laki di Aceh, 2017©. 
Photo and Design by, Bambang Junaidi
Kebiasaan adat ini telah mendapat tempat/ kedudukan yang diistimewakan dalam perilaku sosial dan agama di Aceh (dalam pengertian hampir tidak bisa tidak kebiasan ini harus dilakukan ketika ada suatu pelepasan hajat/niat yang terlaksana atau akan dilaksanakan oleh seseorang dari masyarakat adat). Hal ini kukuhkan dalam ungkapan adat yakni “Hukom ngon Adat Hanjeut cre Lagee zat Ngon Sifeut”. artinya adat dengan hukum syariat Islam tidak dapat dipisahkan (sudah menyatu) seperti zat dengan sifatnya. Sehingga kaidah ini sudah merupakan bagian daripada adat. Kata “Peusijuek” ini diambil dari kata “sijuek”, yang dalam bahasa Aceh- nya berarti “dingin” dan dapat juga diartikan sebagai mendinginkan atau menyejukan bagi setiap sesuatu yang dilakukan terhadapnya baik orang maupun benda yang dimaksud.
Kepercayaan ini di kehidupan masyarakat Aceh banyak dilakukan peusijuek (tepung tawari) seperti upacara boh gaca (memberi inai), kanduri blang (syukuran ke sawah), upacara peutron aneuk (turun anak) dan yang satu ini  adalah Peusijuk Khitan bagian ini dikalangan masyarakat Aceh juga masih dipercayai bahwa kebiasaan yang sudah menjadi adat ini adalah bagian dari unsur budaya Hindu yang tidak pernah luntur dalam kehidupan masyarakat Aceh hingga sekarang. Namun sejak masuknya Islam ke bumi Serambi Mekkah, upacara / kepercayaan tersebut telah disesuaikan dengan syariatnya. Segala sesuatu pekerjaan dimulai dengan mengucap bacaan Basmallah dan disertai dengan doa-doa yang ditujukan kepada Tuhan yang Esa yaitu Allah serta diiringi dengan shalawat keatas Nabi Muhammad SAW.

Photobook
Kegiatan Tepung Tawar "Peusijuk Sunatan" Anak Laki-laki di Aceh, 2017©. 
Photo and Design by, Bambang Junaidi

Upacara Peusijuek (tepung tawari)  oleh masyarakat Aceh dianggap upacara tradisional yang simbolik dari sebuah permohonan keselamatan, ketentraman, kebahagiaan, perestuan dan saling memaafkan antara yang bertikai.

Berikut serangkaian kegiatan yang sering diiringin dengan Tepung Tawar (Peusijuk) diantaranya yakni pada upacara perkawinan, sunat rasul (khitan), peusijuek meulangga (perselisihan), peusijuek pada bijeh (tanam padi), peusijuek rumah baroe (rumah baru), peusijuek peudong rumoh (membangun rumah), peusijuek keurubeuen (hari raya kurban), aqiqah anak, peusijuek kenderaan (roda dua dan empat), peusijuek jak haji (naik haji), peusijuek puduk batee jeurat (pemasangan batu nisan bagi yang telah meninggal). Peusijuek Juga di lakukan tatkala adanya pergantian seorang pemimpin mulai dari perangkat desa hingga ke level gubernur, bahkan setiap hadir tamu-tamu kebesaran daerah juga adanya prosesi upacara ini dan kebiasaan dalam pelaksanaan upacara peusijuek dihadirkan seorang Tengku (ulama) atau orang yang dituakan (Majelis adat) sebagai pemimpin upacara. Hal ini dilakukan karena dianggap peusijuek yang dilakukan oleh salah satu unsur tersebut dipercaya agar memperoleh keberkatan dan di akhir prosesi upacara peusijuek diakhiri (ditutup istilahnya) dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tengku (ulama) untuk memperoleh berkah dan rahmat dari Tuhan (Allah SWT).

Most Popular