Perspektif Potret

Menyaksikan potret gedung yang berdiri kokoh di pusat kota ini seakan mencuri perhatian fotografer kami dan setiap orang yang melintas di kawasan ini hingga menimbulkan rasa penasaran untuk melihat lebih dekat dan menilik detail struktur bangunan yang baru dirikan ini. 

Seperti yang dapat kita lihat, menariknya adalah perspektif dari bangunan ini yang memberi kesan kedalaman ruang-ruang yang akan dibangun pada gedung ini. Hal ini disebabkan oleh adalah elemen garis yang muncul dalam perspektif rancang bangun yang kami yakini itu tidak termasuk dalam ide rancangan bangunan ini yaitu garis bayangan tulang tiang-tiang penyangga atap bangunan ini. 

Portrait Photography, Seni Potret, Urban Photography
Motret Simetris Perspektif Garis bayangan dari tiang-tiang penyangga atap gedung.
(BjPotret.com/ Bambang Junaidi) ©2017.
Kedalaman perspektif garis yang muncul akibat sinar dari sumber cahaya yang menerangi subjek foto dapat terlihat jelas sebuah simetris garis yang tergambar dalam potret ini.

Fotografi  properti seperti pada gambar yang dibuat ini secara umum dapat kita lihat bentuk umum dan seni sebuah bangunan, dari sudut pengambilan gambar (dalam potret) dan skema gedung yang dibangun ada kesamaan persepsi dan perbedaan prinsip berdasarkan rancangan yang telah dibuat untuk menghasilkan sebuah gambar.

Portrait Photography, Seni Potret, Urban Photography
Perspektif potret simetris garis dari bayangan tiang penyangga atap gedung.
(BjPotret.com/ Bambang Junaidi) ©2017.

Pada proses ada istilah keberuntungan dalam seni fotografi seperti yang kita dapati pada gambar ini adalah simetris garis dari bayang yang timbul akibat sumber cahaya yang bukan dibuat secara sengaja dan sedikit unsur mustahil (tidak memungkinkan) untuk diadakan sehingga menimbulkan efek bayang yang sedemikian rupa (dapat disaksikan). 

Namun dalam teknik fotografi kemungkinan yang ada dapat direkayasa ulang seperti menunggu momen yang sama untuk membuat gaya potret yang sama "tidak semua dapat sama". Hal ini ada dalam masalah waktu (timing) dan angle (sudut pandang/ sudut pengambilan gambar) dan ini menjadi tantangan tersendiri (bisa jadi unik dan bahkan sulit) untuk dijadikan momen tertentu (bersyarat). 

Faktor kebetulan juga menjadi suatu indikator kesuksesan seorang fotografer dalam membekukan momen dalam sebuah media gambar. Untuk sebuah karya besar, seorang fotografer ia perlu berlatih dan mengasah keterampilan dan kemampuan dalam membuat foto potret. 

Terus mencoba, semoga sukses. Salam Jipret, BjPotret.com. 

Most Popular