Street Photography "Potret Busana Karnaval" di Kota Lhokseumawe

Baju Kimono,
Busana khas budaya dari Jepang ini turut pula hadir mewarnai keberagaman busana yang ditampilkan dalam ajang Karnaval Busana pada peringatan HUT NKRI ke 73 di Kota Lhokseumawe kali ini. Dan tampak warga yang memadati area karnaval turut memberikan perhatian khusus terhadap penampilan baju khas budaya dari Negeri Matahari Terbit ini.

event photography, Fashion Portrait,
Busana Kimono
Street Photography "Potret Busana Karnaval" di Kota Lhokseumawe
Foto oleh: Bambang Junaidi, ©2018.
Peserta yang menampilkan busana ini juga terlihat mirip dan asli seperti orang jepang, yaa.. tentunya ini adalah replikanya... sedikit perbedaan, peserta ini tidak menggunakan sandal asli dari budaya Jepang tersebut, maka jelas dia bukanlah orang jepang asli yang turut serta dalam ajang Karnaval ini.

Potret Gadis Jepang memakai Kimono
Street Photography "Potret Busana Karnaval" di Kota Lhokseumawe
Foto oleh: Bambang Junaidi, ©2018.
Melirik dari sudut pandang lensa kami ingin menerangkan hal bahwa adanya garis pencahayaan yang moncolok (terang berbeda) dari hasil jipretan ini. Mungkin ini juga akan menjadi perhatian kita semua dari pemerhati fotografi. Ada beberapa alasan yang dapat digunakan untuk ini, namun yang perlu kami terangkan disini adalah kesiapan kita dalam menangkap momen ini. Dimana dalam persiapan sebelum memotret ada beberapa hal pula yang turut perlu untuk diperhatikan diantaranya: Moment, waktu, sumber cahaya, objek dan suasana (subjek) potret dan fokus.

Mengapa ini kami angkat dan menjadi penting dalam pokok pembahasan kita kali ini? Hal ini muncul ketika kita melihat hasil potret yang kedua ini. dimana kita dapat menemukan perbedaan penempatan cahaya atau bisa juga kita mengatakannya ada terdapat garis pembeda pencahayaan yang terdapat pada objek yang kita fokuskan.

Menurut pandangan kami ini terjadi karena adanya perbedaan besar yang timbul dari sumber cahaya yang diberikan kepada objek dan ini bukan unsur kesengajaan. Kenapa? "Karena model yang menjadi objek adalah bukan merupakan model yang dipesan (tidak diterapkan konsep dalam mengambil gambar) sehingga hal ini dapat saja terjadi dalam unsur ketidak sengajaan. Tapi apakah hasil potret ini gagal jipret? tentu saja tidak. Sebab ini bisa saja kita jadikan sesuatu yang menjadi keunggulan dalam potret (hasil jipret yang kita lakukan). Bayangkan jika hasil yang sama kita lakukan dengan unsur konsep atau kesengajaan belum tentu dapat menghasilkan gambar yang sama meskipun kita mampu melakukannya. Hal ini kami menganggap dalam dimensi waktu yang sama dimana objek bergerak dengan aturan alam dan sang model kurang memahami konsep fotografi.

Untuk lebih luas pembahasan kita di pembahasan ini, silahkan diberikan komentarnya dibawah ini yaa... terima kasih telah berkunjung ke website kami ini.

Salam jipret, Salam potret, Sukses Selalu. ©2018


Most Popular